Sabtu, 29 Mei 2010

Search OF Rescue ( SAR )

a. Dalam mengatasi keadaan darurat harus dibentuk suatu pola penanggulangan keadaan darurat, apa saja manfaat dengan pola tersebut!
b. Sebutkan kelompok-kelompok bagian dari organisasi keadaan darurat di atas kapal dan jelaskan tugas-tugas dari masing-masing kelompok tersebut!

a. Manfaat dengan dibentuk suatu pola penanggulangan keadaan darurat adalah :
Jawab :
1) Dapat mencegah/menghilangkan kemungkinan terjadinya kerusakan-kerusakan akibat dari meluasnya keadaan darurat.
2) Dapat memperkecil kerusakan-kerusakan materi dan lingkungan dimana kapal berada.
3) Dapat menguasai keadaan darurat yang terjadi di atas kapal secara cepat, tepat, aman dan terkendali.
b. Kelompok-kelompok bagian dari organisasi keadaan darurat di atas kapal adalah :
Jawab :
1) Pusat Komando
- Pada waktu mengatasi keadaan darurat yang terjadi di atas kapal ad di anjungan dengan komando Nahkoda/Perwira Senior.
- Bertugas : melaksanakan komunikasi baik intern maupun extern dan mengkoordinir tindakan-tindakan penanggualngannya.
2) Kelompok keadaan darurat
- Dipimpin oleh seorang Perwira
- Bertugas : menaksir keadaan darurat yang sedang terjadi dengan secermat mungkin apakah penanganannya memerlukan bantuan pihak-pihak luar atau tidak.
3) Kelompok pendukung
- Harus dipimpin oleh seorang Perwira atau Senior Rating yang memiliki rangking pengalaman dan sertifikasi.
- Bertugas : mendukung kelompok keadaan darurat dalam mengatasi keadaan darurat yang terjadi di atas kapal terutama sekali dalam mempersiapkan dan mempergunakan peralatan.

a. Uraikan dengan jelas langkah apa yang segera dilakukan jika kapal anda tubrukan!
b. Tuliskan cara memacarkan Distress Alert dan Message jika kapal anda dalam keadaan bahaya dan sangat membutuhkan bantuan segera!

a. Langkah yang segera dilakukan jika kapal tubrukan :
Jawab :
1) Bunyikan Sirine/dalam bahaya
2) Menggerakkan kapal sedemikian rupa untuk mengurangi pengaruh tubrukan.
3) Pintu-pintu kedap air dan pintu-pintu kebakaran otomatis di tutup
4) Lampu-lampu deck dinyalakan
5) Nahkoda diberitahu
6) VHF dipindah ke Channel 16
7) Awak kapal dan penumpuang dikumpulkan di master station.
8) Posisi kapal tersedia di kamar radio dan diperbaharui apabila ada perubahan.
9) Setelah tubrukan got- got dan tangki-tangki di sounding.
b. Cara memancarkan Distress Alert dan Message jika kapal dalam keadaan bahaya dan sangat membutuhkan bantuan segera ialah :
Jawab :
1) Memancarkan berita bahaya dengan satu atau lebih Frekuensi Marabahaya Maritim Internasional 500 KHz (Radio Telegraphy), 2182 KHz (Radio Telephony) dan 156,8 MHz (VHF Channel 16 Radio Telephony).
2) Bila menggunakan frekuensi 500 KHz dan 2182 KHz maka sebelum berita bahaya dikirimkan, maka terlebih dahulu harus didahului dengan sinyal alarm yang memadai.
3) Bila stasiun radio kapal mengalami kegagalan dalam memancarkan berita bahaya, maka gunakanlah radio jinjing yang dihubungkan dengan sistem antena kapal.
4) Gunakan EPIRB untuk memberitahukan.

a. Tindakan/langkah apa yang segera dilakukan jika kapal anda terjadi kebakaran/ledakan?
b. Sebutkan 10 macam isyarat bahaya yang ada di kapal sesuai dengan aturan internasional!

a. Tindakan/langkah yang segera dilakukan jika kapal terjadi kebakaran/ledakan adalah :
Jawab :
1) Laporkan kejadiannya ke Terminal (loading master) atau terminal Control Room dengan secepat mungkin menggunaakn Sirine kapal, VHF/UHV, telephone dan lain-lain.
2) Segera menghentikan operasi muatan, munkering, de balasting/ balasting, tank cleaning dan lepaskan semua hoses setelah dikeringkan.
3) Lakukan pemadaman kebakaran dengan water fog dari tempat yang strategis.
4) Main engine, steering gear dan peralatan lainnya dibuat stand by untuk lepas sandar.
b. 10 macam isyarat bahaya yang ada di kapal sesuai dengan aturan internasional:
1) Semboyan letak yang dibunyikan secara terus menerus dengan selang waktu 1 menit.
2) Bunyi-bunyian yang diperdengarkan secara terus menerus dengan selang waktu 1 menit.
3) Granat atau peluruh-peluru cahaya yang memancarkan bintang-bintang memarah yang ditembakkan ke angkasa satu demi satu dengan selang waktu pendek.
4) Isyarat yang dibuat oleh radio telegraphy atau sistem pengisyaratan lain yang terdiri atas kelompok SOS dari kode merse
5) Isyarat yang dipancarkan menggunakan pesawat radio telephony yang terdiri atas kata “ May Day “
6) Mode isyarat bendera NC
7) Isyarat asap berwarna jingga
8) Isyarat alarm radio telegraphy
9) Isyarat alarm radio telephony
10) Isyarat dipancarkan oleh rambu-rambu radio penunjuk posisi darurat.
a. Persiapan-persiapan yang harus dilakukan di atas kapal jika kapal kita akan menolong kapal lain yang memerlukan pertolongan :
Jawab :
1) Menggantungkan tali pada lambung kapal sedikit di atas permukaan air.
2) Menyiapkan mesin derek beserta dengan sling-sling muatan, jala-jala muatan, platform untuk mengangkat korban dari air.
3) Menyiapkan tali-tali buangan, tangga-tangga dan jala-jala penyelamat pada kedua sisi lambung kapal.
4) Menyiapkan sebuah inflatable liferaft (bilamana perlu dikembungkan terlebih dahulu).
5) Menyiapkan tenaga yang peralatan medis.
6) Menyiapkan alat-alat pelempar tali.
b. Tindakan-tindakan yang harus dilakukan bila mendekati dan berada di daerah datum dari kapal yang mengalami musibah :
Jawab :
1. Menggunakan fasilitas RDF secara penuh ke “home” untuk membawa kopel menuju ke lokasi marabahaya.
2. Gunakan radar secara terus menerus.
3. Memanfaatkan lampu sorot dan penerangan permukaan (pada malam hari).
4. Selalu menginformasikan ke CRS tentang hasil pengamatan yang diperoleh secara visual maupun menggunakan RADAR/RDF.
5. Memperlihatkan kapal kepada para korban seperti : menggunakan smoke signal, red hard flare dan lain-lain.
6. Membunyikan suling kapal untuk menarik perhatian orang.
7. Melaksanakna pengawasan ekstra ketat pada busur 360
8. Melarang ABK membuang rongsokan ke laut untuk mencegah polusi.

a. Di dalam Emergency Procedures ada beberapa alarm signal yang harus dibunyikan :
Jawab :
1) FIRE and Emergency Station
Isyaratnya : “satu kali tiupan pendek diikuti dengan satu tiupan panjang yang dibunyikan secara terus menerus.
2) Secure From Fire and Emergency Station
Isyaratnya adalah Verbal Order by Master (perintah langsung yang diucapkan secara lisan oleh Nahkoda dari kapal yang bersangkutan).
3) Abandon ship station
Isyaratnya : tujuh kali tiupan pendek diikuti dengan 1 tiup panjang (………………._) secara terus menerus.
4) For Lifeboat
Isyaratnya : 7 pendek dan satu panjang secara terus menerus.
5) Man over boat
Isyaratnya : tiga tiupan panjang ( - - - ) yang dibunyikan terus menerus.
b. Isi Chapter V Reg 10 Solas Convention 1974 tentang tanggungjawab Nahkoda (Master) :
Jawab :
Sesuai Regulation V/10, Annex 3 Solas 1974 maka batas tanggung jawab seorang Nahkoda untuk memberi pertolongan kepada kapal lain yang mengalami marabahaya adalah sebatas kemampuannya dengan mempertimbangkan keselamatan kapal dan muatannya crew kapalnya dan lingkungan dimana kapalnya berada.

a. Pertimbangan-Pertimbangan yang perlu dipertimbangkan sebelum memutuskan
menerima atau menolak permintaan kapal lain untuk menolong menunda Kapal
lain ( Kapal Kita Bukan kapal Tunda ) :

Jawab :
1. Ada tidaknya sarana & Alt-alat Penolong di atas Kapal
2. Bahaya- bahaya disekitar kapal yang ditolong.
3. Pertimbangan Arus dan Cuaca
4. Pertimbangan dari jarak & posisi dengan kapal lain dan alur pelayaran.

c. Prosedur BEACHING yang baik perlu dilakukan :

Jawab :
1.Memperhatikan Dasar dari Perairan yang baik berlumpur jangan Pasir
2.Hindari Daerah Karang.
3. Cari Daerah yang akan dibuat Kandas efisien saat membutuhkan
Pertolongan.
4.Jenis & Muatan Kapal Kitaharus dipertimbangkan.
5.Memperhatikan Keselamatan Crew , Kapal dan Muatan.
6.Hindari Bahaya-bahaya Navigasi di daerah tersebut.
7.Sarat Kapal Sehubungan dengan Kedalaman Air yang ada.

a. Berapa keadaan yang dapat menimbulkan keadaan darurat :
Jawab :
1) Tubrukan
Yaitu keadaan yang disebabkan karena terjadinya tubrukan kapal dengan kapal, kapal dengan dermaga, ataupun kapal dengan benda terapung lainnya yang dapat membahayakan kapal dan penumpangnya/muatannya, crew kapalnya serta lingkungannya.
2) Kebakaran/ledakan
Yaitu keadaan darruat yang disebabkan oleh terjadinya kebakaran/ledakan di berbagai tempat yang rawan di atas kapal, misalnya : kamar mesin, ruangan muatan, gudang-gudang, ruang akomodasi crew/penumpang, instalasi listrik yang dapat membahayakan kapal dan muatannya, crew kapalnya serta lingkungannya.
3) Kandas
Yaitu keadaan darurat yang disebabkan karena kandasnya kapal pada dasar perairan yang pada umumnya ditandai dengan turunnya RPM, asap cerobong mendadak menghitam badan kapal bergetar keras yang dapat membahayakan kapal dan muatannya crew kapalnya serta lingkungann ya.
4) Kebocoran/tenggelam
Yaitu keadaan darurat yang disebabkan masuknya air ke dalam ruangan kapal akibat dari kandasnya kapal, tenggelamnya kapal tubrukan kapal, kebakaran kapal sehingga dapat membahayakan kapal dan muatannya, crew kapalnya, serta lingkungannya.
5) Orang jatuh ke laut
Yaitu keadaan darurat yang disebabkan karena adanya orang jatuh ke laut baik disengaja atau tidak sehingga memerlukan pertolongan dengan segera.
6) Pencemaran
Yaitu keadaan darurat yang disebabkan karena adanya buangan sampah/limbah, tumpahan minyak pada saat bungker atau pada saat loading/discharging muata di atas kapal-kapal tanker yang melebihi nilai ambang batas maximum (15 ppm), tubrukan kapal, sehingga akan dapat, membahayakan kapal muatannya, crew kapalnya serta lingkungannya.

b. Tujuan melakukan Drills di kapal secara periodik :
Jawab :
1) Menjaga ketrampilan para crew kapal dalam mempergunakan peralatan yang dapat dipakai untuk menanggulangi keadaan darurat.
2) Menjaga kesiapan crew kapal baik fisik maupun mental dalam menghadapi dan mengatasi keadaan darurat.
3) Membiasakan diri crew kapal dalam situasi darurat sehingga rasa panik dapat dikurangi bila keadaan darurat benar-benar terjadi.
4) Memeriksa kondisi peralatan, sehingga semua peralatan selalu dalam keadaan baik dan siap pakai.
5) Melaksanakan ketentuan-ketentuan yang ada dalam solas.

c. Tindakan/langkah yang segera dilakukan jika kapal dalam keadaan Stranding (terdampar) :
Jawab :
- Stop mesin
- Bunyikan sirine bahaya
- Pintu-pintu kedap air ditutup
- Nahkoda diberitahu
- Kamar mesin diberitahu
- VHF dipindah ke channel6
- Tanda-tanda bunyi kapal dibunyikan
- Lampu dan sosok-sosk benda diperlihatkan
- Lampu dinyalakan
- Got-got dan tangki-tangki diukur
- Kedalaman laut di sekitar kapal di ukur
- Posisi kapal tersedia di kamar radio dan diperbaharui bila ada perubahan.

a. Tindakan/langkah yang harus dilakukan jika kapal bertabrakan (collision) dengan kapal lain :
Jawab :
- Bunyikan sirine/alarm bahaya
- Menggunakan kapal sedemikian rupa untuk mengurangi pengaruh tubrukan.
- Pintu-pintu kedap air dan pintu-pintu kebakaran otomatis ditutup.
- Lampu-lampu deck dinyalakan
- Nahkoda diberitahu
- VHF dipindah ke channel 16
- Awak kapal dan penumpang dikumpulkan di master station.
- Posisi kapal tersedia di kamar radio dan diperbaharui apabila ada perubahan.
- Setelah tubrukan got-got dan tangki-tangki di sounding.

b. Akibat tabrakan, kapal kita bocor di haluan dekat lunas. Cara menanggulangi kebocoran tersebut adalah :
Jawab :
- Got-got dan tangki-tangki disounding
- Sirine bahaya dibunyikan (internal dan eksternal).
- Siap-siap dalam keadaan darurat
- Pintu-pintu kedap air ditutup
- Nahkoda diberitahu
- Kamar mesin diberitahu
- Lakukan Perhitungan Stabilitas Kapal Bocor.

a. Yang dimaksud keadaan darurat di kapal adalah :
Jawab :
Suatu keadaan di luar keadaan normal yang terjadi di atas kapal yang mempunyai tingkat kecenderungan akan dapat membahayakan jiwa manusia, harta benda dan lingkungan dimana kapal berada.
b. Agar penumpang tidak panik menuju muster station perlu dibimbing oleh crew steward departement. Bimbingan itu dilakukan dengan cara :
Jawab :
1) Setibanya di tempat para penumpang; informasikan kepada mereka apa yang sedang terjadi dan tindakan-tindakan yang sedang dilakukan saja dan meminta kesabaran dari mereka serta pimpin doa bersama.
2) Tampilkan diri dengan penuh keyakinan diri sehingga para penumpang akan mempercayainya.
3) Terapkan gaya kepemimpinan yang tegas agar supaya tidak timbul desas desus di kalangan mereka yang berasal dari mereka sendiri yang justru akan menambah kepanikan.
4) Kerjakan tugas sesuai dengan muster list.
5) Umumkan/bantulah bila ada group famili yang terpisah.
6) Jangan terlalu agresif dalam menerangkan orang yang panik.
c. Cara Nahkoda memberitahu/memanggil crew dari penumpang agar datang di muster station jika terjadi keadaan darurat : “verbal order by master” (perintah langsung yang diucapkan secara lisan oleh Nahkoda dan kapal yang bersangkutan).

a. Tindakan/langkah-langkah yang harus dilakukan jika terjadi kecelakaan di kapal :
Jawab :
- Membunyikan tanda bahaya/keadaan darurat
- Melaporkan kepada perwira jaga/Nahkoda
- Menyiapkan organisasi keadaan darurat
- Segera mengambil tindakan untuk mengendalikan keadaan.

b. 3 Faktor penting yang menyebabkan terjadinya kebakaran di kapal
Jawab :
1) Kebakaran/ledakan di berbagai temapt rawan
Misal : kamar mesin, ruangan muatan, gudang-gudang, ruang akomodasi
2) Terjadi hubungan pendek pada instalasi listrik di kapal.
3) Kelalaian manusia/kesalahan manusia.
c. 10 macam alat pemdam kebakaran di kapal :
Jawab :
1. Fire detector sistem
2. Selang pemadam (hose) dan nozzles
3. Sistem sprinkler
4. Instalasi CO2
5. Peralatan pemadam kebakaran, jinjing, dan yang tetap.
6. Pasir (sand in boxes)
7. Kampak pemadam /AXE
8. Baju tahan api (Fireman outfits)
9. Breathing apparatus (alat bantu pernafasan)
10. Emergency fire pump, fire hindrants.

a. Tindakan-tindkaan preventif yang harus dilakukan untuk mencegah terjadinya keadaan darurat di kapal :
Jawab :
1. Melaksanakan latihan-latihan darurat secara terus menerus dan sungguh-sungguh sesuai ketentuan yang berlaku.
2. Selalu mengedepankan sistem kerja yang aman dengan cara mematuhi dan melaksanakan semua ketentuan-ketentuan yang ada pada safety pada setiap jenis pekerjaan.
3. Badan kapal dan mesin-mesinnya serta peralatan serta peralatan-peralatan lainnya harus layak dan memenuhi ketentuan yang berlaku.
4. Menetapkan ruang smoking room di atas kapal.
5. Selalu memantau berita cuaca dengan sebaik mungkin.
6. ABK harus mempunyai fisik dan mental yang sehat dan kuat, terdidik dan terampil dalma menjalankan tugasnya, berdedikasi tinggi dalam melaksanakan peritnah atasnnya serta disiplin dan mampu bekerja sama dengan ABK yang lainnya.

b. Beberapa keadaan yang dapat menimbulkan keadaan darurat di kapal tanker
Jawab :
1. Fire/kebakaran
2. Ledakan/explosion
3. Over flow untuk oil pollution
c. Pertimbangan-pertimbangan seorang Nahkoda untuk melakukan “Abandon Ship” adalah :
Jawab :
1. Stabilitas kapal semakin memburuk dan tidak mungkin dapat diatasi
2. Kondisi yang sangat parah
3. Kapal diperkirakan akan meledak sehingga dapat membahayakan ABK atau orang yang ada di atas kapal
4. Kebakaran yang tidak bisa di atasi
d. Yang dimaksud dengan Ship Board Emergency Contingecy Plans adalah:
Jawab :
Tata cara kerja yang harus dilaksanakan pada waktu kapal mengalami suatu keadaan di luar keadaan normal yang mempunyai tingkat kecenderungan akan dapat membahayakan kapal dan muatannya, crew kapalnya serta lingkungan dimana kapal itu berada agar supaya akibat yang ditimbulkannya dapat ditekan sekecil mungkin atau kalau bisa akibat itu dapat dihilangkan sama sekali (sama dengan Ship Board Emergency Procedures).

a. Faktor-faktor yang menyebabkan pencarian tidak berhasil :
Jawab :
1. Salah penentuan Datum
2. Benda yang dicari kecil
3. Keadaan cuaca tidak mendukung
4. Keadaan laut/ombak besar
b. Tujuan diadakannya latihan darurat di kapal adalah :
Jawab :
Untuk mempunyai ketrampilan dan kesiapan anak buah kapal baik mental dalam mengatasi keadaan darurat yang terjadi di atas kapal serta membiasakan diri ABK terhadp suatu keadaan darurat sehingga rasea panik dapat dikurangi.
c. Penyebab terjadinya keadaan darurat di kapal adalah :
Jawab :
1. Kesalahan manusia/ human error
2. Kesalahan peralatan
3. Kesalahan prosedur
4. Pelanggaran terhadap peraturan
5. Kehendak Tuhan Yang Maha Esa

a. Yang dimaksud dengan :
Jawab :
• SAR (Search and Rescue)
• SEARCH : adalah sebuah operasi yang menggunakan berbagai personil dan fasilitas untuk mendapatkan orang yang dalam keadaan bahaya.
• RESCUE : adalah sebuah operasi untuk membebaskan orang dalam bahaya memberikan pertolongan awal medis atau kebutuhan lain dan mengantar mereka ke tempat yang aman.
- RCC (Rescue Co-ordination Centre)
Adalah : suatu unit yang bertanggung jawab mengusulkan organisaasi yang efisien untuk mengkoordinir pelaksanaan operasi SAR di suatu daerah Sar.
- CSS (Co-ordination Surface Search)
Adalah : suatu kapal, selain unit penolong yang dirancang untuk mengkoordinir operasi Sar di permukaan (bumi) di suatu daerah khusus.
- CES (Coast Earth Station)
Adalah : statsun bumi pantai yang berfungsi sebagai pintu gerbang untuk dapat masuk dalam sistem jaringan komunikasi in marsat dan jaringan telekomunikasi internasional.
- CRS (Coast Radio Station)
Adalah stasiun radio pantai yang bertugas melakukan koordinasi operasi-operasi pencarian dan penyelamatan yang diinformasikan pada interval waktu yang teratur dan sewaktu-waktu keadaan telah berubah.
b. Metode pola pencarian orang jatuh di laut yang paling efisien digunakan :
Jawab : Metode peraturan Williamson Turn

1. Kemudian hard over (dalam situasi tindakan segera hanya di samping korban).
2. Setelah penyimpangan 60 dari perjalanan awal, kemudian hardover pada sisi berlawanan.
3. Bilamana heading pendek 20 dari perjalanan yang berlawanan kemudian pada posisi tengah kapal dan kapal berputar berjalan baik.



c. Macam-macam pola pencarian :
jawab :
1. Perluasan-luasan pencarian untuk diguanakn oleh sebuah kapal (expanding squares).
2. Pencarian sektor digunakan oleh sebuah kapal (untuk kasus khusus orang jatuh ke laut dan sebagainya)
3. Jejak sejajar : digunakan oleh dua buah kapal
4. Jejak sejajar : digunakan oleh tiga buah kapal
5. Jejak sejajar : digunakan oleh empat buah kapal
6. Jejak sejajar : digunakan oleh lima buah kapal
7. Pencarian kapal/pesawat udara terkoordinasi : digunakan oleh kapal dan pesawat udara.
d. Cara penentuan OSC dan tanggung jawab :
- Unit-unit penolong yang terlibat dalam operasi SAR salah satu harus ditetapkan sebagai OSC sedini mungkin dan sebaik mungkin sebelum tiba di area yang ditentukan.
- RCC atau RSC yang memadai harus ditetapkan sebagai OSC.
- Sampai dengan waktu penetapan OSC, unit penolong yang datang pertama di lapangan secara otomatis harus bertindak dan bertanggung jawab sebagai OSC.
Tanggung jawab OSC :
1. Menentukan posisi duga dari obyek yang dicari, batas tepi dan wilayahnya.
2. Membuat pengaturan batas untuk keperluan keselamatan bagi unit penolong
3. Menentukan pola pencarian bagi unit yang berpartisipasi dalam pencarian dan menetapkan wilayah tiap-tiap kelompok.
4. Menentukan unit yang layak untuk menolong jika obyek yang diari telah ditemukan.
5. Mengkoordinir komunikasi SAR di lapangan.

a. Syarat-syarat yang harus dipenuhi agar alat penyelamat dikatakan siap/siaga digunakan sesuai Solas 1974.
Jawab :
Di Solas Convention Chapter III Reg 4 :
1. Sebelum suatu alat keselamatan digunakan di kapal harus melalui pengujian lebih dahulu berdasarkan rekomendasi IMO.
2. Alat-alat tersebut sudah diuji oleh pemerintah berdasarkan metode yang ekivalen dengan rekonmendasi IMO.
b. 2 organisasi dalam co-ordination of search and rescue opeation :
1. OSC : On Scene Commander
2. RCC : Rescue Coordination Centre
c. Hal-hal yang harus diperhatikan pada waktu akan mengkandaskan suatu kapal adalah :
Jawab :
1. Keadaan pantai (dasar perairannya)
2. Metode pendekatannya
3. Metode pembebasan kapal dan kekandasan.



a. Tindakan yang akan segera diambil sesuai dengan prosedur darurat jika kapal mengalami kandas
Jawab :
1. Stop mesin
2. Bunyikan sirine/alarm bahaya
3. Pintu-pintu kedap air ditutup
4. Nahkoda diberitahu
5. Kamar mesin diberitahu
6. VHF dipindah ke channel 16
7. Tanda-tanda kapal kandas dibunyikan/diperlihatkan
8. Lampu deck dinyalakan
9. Sounding di tempat kandas
10. Bila diperlukan buang ballast
11. Olah gerak untuk lepas dari tempat kamdas
12. Bila tak berhasil kirim distress.
a. Isi standar form informasi yang harus dikirim oleh kapal untuk memperoleh pertolongan :
Jawab :
1. Identitas kapal (nama kapal dan nama panggilannya)
2. Posisi kapal (lintang dan bujur)
3. Jenis bahaya dan bantuan yang diharapkan
4. Keterangan-keterangan lain yang berkaitan dengan operasi SAR seperti : Haluan kecepatan, jumlah orang-orang dikapal, jumlah orang hilang/meninggal dunia). Macam-macam bahaya yang ada, tindakan-tindakan yang telah diambil Nahkoda dan lain-lain).
5. Juga penting untuk disertakan yaitu :
a) Cuaca di sekitarnya, kecepatan dan arah angin, keadaan laut, keadaan penglihatan, bahaya-bahaya navigasi.
b) Saat abandon ship
c) Jumlah dan macam-macam alat-alat keselamatan jiwa di laut yang dapat digunakan.

a. Langkah persiapan yang harus dilakukan nahkoda sebelum melakukan Abandon ship :
Jawab :
1. Ketika crew kapal meninggalkan kapal sedapat mungkin semua mesin dimatikan, pintu kedap air dan lubang palka harus ditutup.
2. General emergency alarm dibunyikan
3. Crew/passengger berkumpul di muster/survival craft station.
4. Sekoci-sekoci harus dapat diturunkan dengan jumlah orang sebanyak mungkin dan segera meninggalkan sisi kapal serta siap berangkat.
5. Jika meninggalkan kapal langsung ke air, maka lebih baik melompat dengan kaki terlebih dahulu dari pada posisi menyelam.
b. Pertimbangan-pertimbangan yang dipakai dasar Nahkoda untuk mengambil keputusan Abandon ship :
Jawab :
Jika semua usaha untuk menyelamatkan kapal yang rusak tidak berhasil, maka seluruh penumpang dan awak kapal harus meninggalkannya.




a. Prosedur darurat yang segera dilakukan oelh mualim jaga di kapal yang sedang berlayar, ketika mendengar orang jatuh ke laut :
Jawab :
1) Membunyikan tiga suling panjang dan diulang sesuai kebutuhan.
2) Menugaskan seseorang untuk mengawasi orang yang jatuh agar tetap terlihat.
3) Nahkoda diberitahu
4) Kamar mesin diberitahu
5) Letak atau posisi kapal relatif terhadap orang yang jatuh diplot posisi kapal tersedia di kamar radio dan diperbaharui bila ada perubahan
6) Regu penolong siap di sekocil
7) Mengolah gerak untuk menolong (bila untuk mengolah gerak cukup disarankan menggunakan metode “Williamson Turn”).
8) Posisi dan letak pelampung diamati.
9) Lemparkan pelempung yang sudah dilengkapi dengan lampu apung dan asap sedekat orang yang jatuh.
10) Usahakan orang yang jatuh terhindar dari benturan kapal dan baling-baling.
b. Skesta beberapa cara oleh gerak kapal untuk mencari orang jatuh ke laut
Jawab :
1. Kemudi hard over (dalam situasi “tindakan segera’ hanya di samping korban.
2. Setelah penyimpangan 60 dari perjalanan awal, kemudi hard over pada sisi berlawanan.
3. Bilamana heading pendek 20 dari perjalanan yang berlawanan, kemudi pada posisi tengah kapal dan kapal berputar berjalan balik.

c. Scharnow turn/putaran scharnow (tidak digunakan dalam situasi “tindakan segera”)
1. Kemudi hard over
2. Setelah menyimpang 240 dari perjalanan adanya kemudi hard over di sisi berlawanan.
3. Bilaman heading pendek 20 dari perjalanan yang berlawanan pada posisi tengah kapal sehingga kapal akan berputar.

a. Pola-pola yang biasa digunakan dalam operasi pencarian Korban/SAR
Jawab :
1. Expanding Square Search (pola segi empat membesar) dengan satu kapal.
2. Sector Search (pola sektor) dengan satu kapal.
3. Parallel Track Search (pola lintasan sejajar) dengan 2 kapal.
4. Parallel Track Search (pola lintasan sejajar) dengan 3 kapal.
5. Parallel Track Search (pola lintasan sejajar) dengan 4 kapal.
6. Parallel Track Search (pola lintasan sejajar) dengan 5 kapal/lebih
7. Coordinated Creeping Line Search (pola lintasan sejajar yang terkoordniasi) dengan satu kapal dan satu pesanan udara.


4.b. Pola Pencarian dengan “Expanding Square”
ket. Gambar
1. O : arah hanyutnya target
2. S1 : jarak dan lintasan yang terdekat mil laut).
3. Datum adalah posisi target yang akan diselamatkan yang telah diperhitungkan adanya arus dan angin.





a. Escape Route (lintas penyelamat diri) adalah :
Jawab :
Jalan/terowongan yang digunakan apabila terjadi keadaan darurat yang menghubungkan kamar mesin/ruang accommodation ke deck frec.
b. Petunjuk yang perlu diperhatikan pada Escape Route adalah :
Jawab :
Tanda-tanda escape route di kapal yang menunjukkan jalan menuju pintu darurat (emergency exit) ditandai dengan panah berwarna putih dengan pada dasar berwarna hijau.



a. Manfaat di bentuk suatu pola penanggulangannya keadaan darurat :
Jawab :
1. Dapat mencegah/menghilangkan kemungkinan terjadinya kerusakan-kerusakan akibat dari meluasnya keadaan darurat.
2. Dapat memperkecil kerusakan-kerusakan materi dan lingkungan dimana kapal berada.
3. Dapat menguasai keadaan darurat yang terjadi di atas kapal secara cepat, tepat, aman dan terkendali.
b. Kelompok-kelompok bagian dari organisasi keadaan darurat di atas kapal :
Jawab :
1. Pusat komando
Tugas : melaksanakan komunikasi baik intern maupun extern dan mengkoodinir tindakan penanggulangannya.
2. Kelompok Keadaan Darurat
Tugas : menaksir keadaan darurat yang sedang terjadi dengan secermat mungkin apakah penanganannya memerlukan bantuan pihak-pihak luar atau tidak.
3. Kelompok pendukung
Tugas : mendukung kelompok keadaan darurat dalam mengatasi keadaan darurat yang terjadi di atas kapal, terutama sekali dalam mempersiapkan dan mempergunakan peralatan.
4. Kelompok Ahli Mesin Kapal
Tugas : mengoperasikan alat-alat emergency yang dapat dipakai untuk mengatasi keadaan darurat yang terjadi di atas kapas.

3. Langkah-langkah untuk melepaskan (re-foaling) kapal yang kandas disebut tikungan perairan sempit, pada sore hari pukul 10.00 GMT.

Jawab :
1. Melakukan sounding got dan tiangki-tangki untuk mengetahui apakah terjadi kebocoran atau tidak.
2. Melihat daftar pasang surut, kepanduan bahari dan peta-peta untuk mencari keterangan mengenai air pasang (waktu pasang, surut tunggang air, arah dan kekuatan arus).
3. Stand by engine untuk bergerak mundur
4. Jika pertolongan segera diperlukan, pancarkan berita urgency (pan-pan).

a. SRR : Search and Rescue Region
 Suatu daerah yang ditentukan wilayahnya dimana pelayanan SAR dilaksanakan.
RCC : Rescue Coordination Centre
 Suatu unit yang bertanggung jawab mengusulkan organisasi yang efisien yang mengkoordinir pelaksanaan operasi SAR di suatu denah SAR (SRR).
OSC : On Scene Commander
 Komandan unit penolong yang dirancang untuk mengkoordinir operasi SAR di daerah khusus.

4. Lihat Penyelesaian Soal ( D ) & ( E )

1. Kapal anda bukan kapal tunda diminta untuk menunda kapal lain. tali tunda yang bagaimana yang dipilih untuk menunda kapal lain :
1. Siapkan Line Throwing Apparatus
2. Tali-tali tunda yang kuat, kombinasi tali kawat baja dengan rantai
3. Pada tali tunda harus dilengkapi dengan lingkaran chain.

Yang dimaksud dengan :
1. Disstress Message : suatu berita marabahaya yang dikirim dimana melerlukan bantuan sangat mendesak karena terancamnya keselamatan kapal dan crewnya.
2. Urgency Message : suatu berita yang sangat segera untuk memerlukan bantuan sehubungan dengan keselamatna jiwa dan kapal.
3. Safety Message : suatu berita keselamatan yang diperuntukkan bagi seluruh station bergerak dan station rantai.

Langkah yang harus dilakukan Nahkoda untuk mengambil keputusan abandun ship :

Lihat Penyelesaian Soal ( P )


Hal-hal yang tertulis dalam Muster List
1. Nama dan Rank / Jabatan crew
2. Tugas-tugas dan tanggung jawab masing-masing crew
3. Letak peralatan keselamatan dan kebakaran
4. Isyarat-isyarat darurat.

Muster list biasanya dipasang di :
1. Kamar mesin
2. Anjungan
3. Fire Plan di kanan-kiri luar akomodasi dekat Gangway.
4. Jalan / Lorong dalam akomodasi
5. Crew Mess dan officer mess room agar setiap crew dapat mengerti dan mengetahui tugas-tugas dan tanggung jawab masing-masing.

4.c. Penumpang di kapal penumpang dalam keadaan darurat perlu dibimbing.
Yang ditugaskan untuk membimbing penumpang yaitu perwira yang berkompeten dan telah ditunjuk untuk melaksanakan ini.
Bentuk bimbingan ini adalah :
1. Menenangkan situasi/para penumpang
2. Memberitahukan pealatan keselamatan yang harus dipakai
3. Bila perlu melakukan simulasi penggunaan peralatan keselamatan.
4. Menunjukkan arah untuk menuju muster station.

B. 5. Langkah-langkah yang harus dilakukan jika terjadi kebakaran :
1. Sirine , Alarm bahaya Kebakaran dibunyikan ( Baik Internal maupun Eksternal ).
2. Regu-regu Pemadam Kebakaran Siap dan Menuju ke Lokasi Terjadinya Kebakaran.
3. Semua ventilasi , Pintu-Pintu Kebakaran Otomatis dan Pintu-pintu kedap air ditutup.
4. Nakhoda diberitahu.
5. Kamar Mesin diberitahu.
6. Lampu-lampu Deck dinyalakan.
7. VHF Channel 16 standby.
8. Posisi Kapl di Kamar Radio tersedia dan diperbaharui jika ada Perubahan.

B. 10 alat pemadam kebakaran
1. Emergency fire pumpu & fire hydrant
2. Hose & nozzle
3. Peralatan pemadam jinjing dan tetap
4. Fire detector system
5. Instalasi CO2
6. Sistem sprinkler
7. Axes & crow bars
8. Alat bantu pernafasan
9. Fireman’s outfit
10. Sand in boxes.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar