Sabtu, 03 April 2010

BANGUNAN KAPAL

Ukuran-Ukuran Pokok

Ukurak pokok terdiri dari :

  1. Ukuran membujur / memanjang

  2. Ukuran melintang / melebar

  3. Ukuran tegak / vertikal


  1. Ukuran membujur / memanjang,terdiri dari :

  1. Panjang seluruhnya ( Length Over All ) adalah jarak dari suatu titik terdepan dari linggi kapal sampai ke titik terbelakang dari buritan kapal. Ini merupakan ukuran tepanjang dari sebuah kapal dan diukur sejajar lunas. Panjang ini penting untuk perkiraan panjang dermaga.

  2. Panjang sepanjang garis tegak (Length Between Perpendiculars) adalah panjang kapak dihitung dari garis tegak depan sampai ke garis tegak belakang diukur sejajar lunas. Garis tegak depan ( Forward Perpendicukar ) adalah sebuah garis khayalan yang memotong tegak lurus titik potong garis muat perancang kapal dengan linggi depan. Garis tegak belakang ( After Perpendicular ) adalah sebuah garis khayalan yang biasanya terletak di sisi belakang cagak kemudi ( rudder stock ).

  3. Panjang sepanjang garis muat / garis air ( Length On The Load Water Line ) adalah panjang kapal diukur dari perpotongan garis air dengan linggi depan sampai ke titik potong garis air dengan linggi belakang.


  1. Ukuran melintang / melebar, terdiri dari :


  1. Lebar Ekstrim ( Ekstreme Breadth ) adalah jarak dari suatu titik di sebelah kiri sampai ke titik terjauh di sebelah kanan badan kapal.

  2. Lebar Dalam ( Moulded Breadth ) adalah lebar kapal dihitung dari dalam kulit kapal diukur sejajar garis air. Tebal kulit tidak dihitung.

  3. Lebar terdaftar ( Registered Breadth ) adalah lebar kapal seperti tertera dalam sertifikat kapal itu.


  1. Ukuran tegak / vertikal, terdiri dari :


  1. Sarat kapal ( Draft ) adalah jarak tegak yang diukur dari titik terendah badan kapal sampai garis air. Ukuran ini penting kalau memasuki perairan dangkal.

  2. Lambung bebas ( Free Board ) adalah jarak tegak yang diukur dari garis air sampai ke geladak lambung bebas. Lambung bebas menurut undang-undang ditetapkan sampai dengan geladak lambung bebas.

  3. Dalam ( Depth ) adalah jarak tegak yang diukur dari titik terendah badan kapal sampai ke titik di geladak lambung bebas tersebut.


TAMBAHAN :


  1. SHEER

guna sheer :


  • Memperkuat longitudinal stress

  • Menambah bouyance di ujung-ujung terutama dalam hal menyongsong gelombang.

Terdiri dari :

  • Sheer depan, standarnya didapat dari table

  • Sheer belakng, minimal ½ sherr depan

Kalau Sheer belakang > depan standart, sedang sheer depan <>

Kalau Sheer depan > depan standart dan Sheer belakang <>

Dalam hal tertentu kelebihan sheer bolh dikurangkan dari basic free board, dengan maksimum 1 ½ inch tiap 100 kaki panjang kapal


  1. CAMBER


Kalau > depan standar correctinya negatip

Kalau <>

Guna camber :

  • Air cepat mengalir ke pinggir

  • Memperkuat terhadap tegangan membujur kapal.


  1. TUMBLE HOME : Melengkungnya badan kapal ke dalam.


  1. FLARE : Melengkungnya badan kapal ke luar


Guna Flare :

  • Kalau jangkar diletgo, bebas jatuhnya

  • Haluan kapal tidak terlalu banyak tenggelam ( unsur bouyance )

  • Menambah lebar bangunan agil ( Forecastle ).


  1. RISE OF FLOOR ( DEAD RISE )


Guna :

  • Memberi bentuk streamline sehingga mempermudah olah gerak dan mengurangi gesekan / tahanan.

  • Air cepat mengalir.


TONNASE / TONNAGE

Kapal adalh sebuah benda terapung yang dipergunakan untuk angkutan di atas air. Misalnya : kapal penumpang, kapal barang, kapal hean, dll. Karena fungsinya inilah maka sebuah kapal tidak hanya dinyatakan dalam ukuran panjang, lebar, dan dalam, tetapi juga dilengkapi dengan ukuran isi maupun berat. Gunanya ukuran-ukuran ini adalah untuk mengetahui besar-besar kecilnya kapal, daya angkut, bea-bea yang harusdikeluarkan, misalnya : bea pelabuhan, terusan dsb.

Tonnase kapal diperinci sbb :

  1. Isi kotor ( Gross tonnage = Broto Register Ton/BRT )


Isi kotr biasanya tertera di dalam sertifikat kapal itu. Isi kotor merupakan isi dari sebuah kapal dikurangi dengan sejumlah ruangan tertentu, antara lain :

    • Dasar berganda ( Double Bottom )

    • Ceruk depan ( Fore peak tank )

    • Ceruk belakang ( after peak tank )

    • Shelter deck

    • Dapur ( galery )

    • Anjungan ( Bridge )

    • Kantor Nachoda


Isi kotor biasanya diberikan dalam kaki kubik. Untuk mendapatkan tonnagenya, mak jmlah tersebut dibagi 100. dengan kata lain length register ton = 100 kaki kubik = 283 m3.


  1. Isi bersih ( Net Tonnage = Netto Register Ton/NRT )


Isi bersih didapat dari isi kotor dikurangi dengan sejumlah ruangan yang berfungsi tidak dapat dipakai untuk mengangkat barang dagangan, misalnya :

  • Kamar ABK ( Crew Accomodations )

  • Toilet

  • Kamar tidur nakhoda

  • Ruangan jangkar

  • Kamar dan kamar radio

  • Gudang serang

  • Kamar mesin ( Propelling machinary Spaces )

Yang termasuk dalam kamar mesin ini meliputi :

      1. Kamar mesinnya sendiri

      2. Terowongan poros baling-baling

      3. Ruang keluar darurat

      4. Ruang untuk tanki harian

      5. Ruang untuk menyimpan alat-alat mesin

      6. Ruang untuk bengkel mesin



DANUBE RULE

Cara mengurangi besarnya ruangan kamr mesin dari gross register ton untuk mendapatkan Netto Register Ton sbb :

  1. Bila kamar mesin 13-20 % dari Gross Tonnage, maka pengurangannya 32% dari Gross Register Ton.

  2. Bila besarnya kamar mesin 13% dari GRT maka pengurangannya :

    • Sesuai peraturan, maka pengurangannya = 17,5% dari actual volume kamar mesin

    • Sesuai permintaan Owner, maka pengurangan adalah menurut perbandingan yaitu jumlah presentase kamar mesin = 10% x 32% x GRT. Misalnya : volume kamar mesin = 10% Grt, maka pengurangannya = 10/13 x 32% x GRT.




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar