Sabtu, 13 Maret 2010

STABILITAS KAPAL

Stabilitet kapal adalah kemampuan sebuah kapal untukkembali ke posisi semula jika kapal tersebut mendapatkan dorongan gaya dari luar (external force), dan gaya tersebut telah selesai mendorong/hilang

kemampuan ini sangat penting karena sangat erat hubungannya dengan keselamatan kapal ; kita bayangkan kalau kapal kita tidak mempunyai kemampuan dan terjadi dorongan dari luar (ombak/gelombang) dari kiri hingga kapal miring ke kanan karena tidak ada kemampuan bisa kapal akan miring dan tidak akan kembali tegak dan kemungkinan malahan bisa collaps (terbalik). Karena pentingnya keselamatan ini maka kita sebagai orang yang bertugas di kapal harus mengusahakanagar kapal tersebut mempunyai kemampuan untuk kembali kepada posisi semula. dalam hal ini IMO melalui konvensinya telah menetapkan ukuran kemampuan minimal yang harus dimiliki oleh kapal dalam stabilitetnya agar kapal tersebut ada jaminan mampu bertahan menghadapi keadaan di laut nanti jika mendapatkan gaya dari luar.


Untuk mendapatkan stabilitet yang cukup dan idalseorang mualim dikapal perlu mengadakan perhitungan yang dilakukan dengan berbgai pertimbangan dan disesuaikan dengan keadaan/situasi kapal, sehingga diperlukan suatu pengatahuan dan pengalaman dariperwira kapal (mualim) dalam mengatur terutama dalam mengatur pemuatan sehingga dalam melaksanakan tugasnya dapat berhasil dengan baik. dari perhitungan yang dihasilkan dapat diperoleh data mengenai kemampuan stabilitet kapal tersebut.

Ilmu peehitungan stabilitet ini di dunia pelayaran di kenal dengan ilmu stabilitet kapal.

Tidak kalah penting sebagai seorang mualim di atas kapal selalu mengadakan tindakan berjaga secara dini mempersiapkan hal-hal yang mungkin akan terjadi di laut nanti. Tindakan berjaga-jaga secara dini ini merupakan sebuah hal yang melekat pada diri setiap perwira kapal dan merupakan salah satu dari kecakapan pelaut yang harus dimiliki. Kecakapan pelaut yang baik ini tidak hanya dapat dipelajari justru yang lebih utama harus menjadi keharusan dan kebisasaan yang didepankan.
Di laut yang di hadapi adalah alam yang meskipun telah dapat diprediksi akan tetapi dalam kenyataanya dapat berubah, atau tidak sama dengan yang diperkirakan sebelumnya terlebih Allah menentukan yang lain, hanya dengan Jadilah apapun akan terjadi. Sehingga kita perlu persiapan dini yang baik agar tidak terlambat dalam mengantisipasi serta tidak lupa kita mohomn perlindungan dan petunjuk-Nya.
Dalam ilmu stabilitet kapal banyak faktor yang terkait sehingga kita tidak dapat mengesamoingkan ilmu-ilmu lainnya antara lain penanganan dan pengaturan muatan ; kecakapan pelaut ; olah gerak ; bangunan kapal dll.
Perlu dikemukakan dalam stabilitet kapal kita tidak lepas dari ilmu fisika dan matematika karena sumber ilmunya juga dari kedua ilmu tsb.
DISPLACEMENT DAN VOLUME DISPLACEMENT
a. Displacement

adalah berat zat cair yang dipindahkan oleh badan kapal yang berada di bawah permukaan perairan.

Kapal terapung dalam keadaan seimbang / diam maka tekanan ke bawah sama dengan tekanan dari zat cair ke badan kapal tsb. Denagn demikian berat kapal dan keseluruhan isinya pada saat itu sama dengan berat zat cair yamg dipindahkan oleh badan kapal yang terbenam dalam zat cair dimana kapal berada.

Sehingga displacement / berat benaman = berat kapal tersebut besrta seluruhnya isinya pada suatu saat.

b. Light Displacement

Displacement kapal pada saat kapal kosong hanya berisi perlengkapan yang standart yang diharuskan (jika ada bahan bakar dan air hanya untuk start mesin dan air untuk isi ketel uap).

Draft kapal pada saat itu diasebut light draft.

c. Loaded Displacement

Displacement pada saat kapal penuh dan draft rata-rata mencapai draft maksimal yang dizinkan (summer draft).

d. Dead Weight Tonnage (DWT)

Sering disebut bobot mati, selisih antara loaded displacement dengan Light Displacement. Jumlah berat ini yang dapat diangkut oleh kapal, dan tidak melebihi dari syarat maksimum yang diizinkan.

Jadi Loaded Displacement = Light displacement + cargo + operating load pada draft maksimal

Displacement pada suatu saat = Lght displacement + cargo + operating load pada draft saat itu.

e. Draft

Adalah jarak tegak antara lunas kapal dengan permukaan air dimana kapal berada (draft depan,belakang,tengah).

Draft rata-rata : (Fo + Ao) : 2 = M1

(Mo + M1) : 2 = M2

(Mo + M2) : 2 = Mean of mean

g. Volume Displacement

volume zat cair yang dipandahkan oleh badan kapal yang berada di bawah permukaan air dimana kapal berada.

h. Dead Weight Scale (skala bobot mati)

Sebuah diagram yang dipergunakan untuk mencari displacement, DWT, TPC dan lainnya pada draft saat itu.

Density (berat jenis) dan Spesific Grafity

1. Density (berat jenis)

ialah perbandingan antara massa suatu zat dengan unit volume zat tersebut, atau berat suatu zat untuk satuan volume.

2. Spesific Grafity (relative density)

SG sebuah zat adalah perbandingan antara density zat tersebut dengan density air tawar.

Luas dan Volume

1. Coeficien of Water Plane area (Cw)

Perbandingan luas bidang air dengan luas segi empat yang panjang dan lebarnya sama dengan panjang dan lebar kapal yang mempunyai bidang air tersbut.

2. Block Coeficien (Cb)

Ialah perbandingan antara volume benaman sebuah kap[al pada draft saat itu dengan volume balok yang panjang, lebar, dan dalamnya sama dengan panjang, lebar dan draft rata-rata kapal saat itu.

3. Midships Coefficient (Cn)

Perbandingan antara luas penampang melintang kapal pada tengah-tengah kapal dengan luas segi empat yang lebar dan dalamnya sama dengan lebar dan draft kapal pada saat itu.

4. Prismatik Coefficient (Cp)

Perbandingan antara volume benaman sebuah kapal dengan volume prisma yang panjangnya sama dengan panjang kapal dan luas tengah-tengahnya prisma sama dengan luas midship (Am) pada draft saat itu.

Rabu, 03 Maret 2010

DINAS JAGA DAN P2TL

CHAPTER I


GENERAL PROVISIONS



a. For the purfose of the convention, unless, ekspresly provided otherwise



  1. Regulation means regulations contained in the annex to the convention.

  2. approved means approved by the party in accordance with these regulations.

  3. Master means the person having command of a ship.

  4. Officer means a member of the crew, other than the master designated as such by national law or regulations or in the absence of such designation, by collective agreement or custom.

  5. Deck officer means on officer qualified in accordance with the provissions of chapter II of the convension.

  6. Chip mate officer next in rank to the master and upon whom the commandan of the ship will fall in the event of the incapacity of the master.

  7. Engineer officer means an officer qualified in accordance with the privissions of chapter II of the convention

Jumat, 26 Februari 2010

METODOLOGI PENELITIAN

METODOLOGI PENELITIAN
PENGERTIAN RISET / PENELITIAN
Penelitian pada dasarnya adalah merupakan aktifitas dan metode berfikir yang digunakan untuk memecahkan atau menjawab sesuatu masalah karena dorongan atau rasa ingin tahu, sehingga yang semua belum diketahui dan difahami nantinya akan diketahui dan difahami.
Penelitian merupakan aktifitas dan metode berfikir yang dilakukan secara sengaja dan mempunyai tujuan tertentu,karena masih adanya kenyataan-2 yang masih tanda tanya atau masih belum diketahuinya, maka dengan melakukan penelitian, maka apa yang masih tanda tanya atau apa yang belum diketahui diharaokan dapat terpecahkan dan ditemukan jawabannya.
Karena aktifitas metode berfikir yang dilakukan secara sengaja dan bertujuan, maka harus dilaksanakan secara terencana dan sistematis untuk memecahkan atau menemukan jawaban sesuatu masalah yang berkitan dengan dunia alam maupun dunia sosial.
Suatu aktifitas dan metode berfikir yang terancang, sistimatis dan untuk memecahkan atau menemukan jawaban suatu masalah disebut dengan METODE ILMIAH.
Jadi secara singkat dapat dikatakan penelitian pada dasarnya adalah ;
suatu usaha untuk menemikan, mengembangkan, dan menguji kebenaran suatu pengetahuan, usaha mana dilakukan dengan menggunakan metode 2 ilmiah ;
  • Menemukan : mendapatkan sesuatu untuk mengisi kekosongan / kekurangan yang sebelumnya tidak ada menjadi ada.
  • Mengembangkan : memperluas dam menggali lebih dalam apa yang sudah ada.
  • Menguji kebenaran : apa yang sudah ada masih diragukan kebenarannya, sehingga perlu dteliti lag untuk menguji kebenarannya.
  • METODOLOGI : cara mengadakan penelitian secara sistimatis, berencana dan mengikuti konsep ilmiah.
  • Sistimatis : dilaksanakan menurut pola tertentu, dari yang paling sederhana sampai yang komplek sehingga tercapai tujuan secara efektif dan efisien.
  • Berencana : dilaksanakan dengan adanya unsur kesengajaan dan sebelumnya sudah difikirkan langkah-langkah pelaksanaannya.
  • Mengikuti Konsep Ilmiah : mulai awal sampai akhir kegiatan penelitian mengikuti cara-cara yang sudah ditentukan, yaitu prinsip memperoleh ilmu pengetahuan.

UMUMNYA PENELITIAN DILAKUKAN OLEH ;

  • Pemerintah : terutama applied reseach/penelitian terapan
contoh ; Sensus penduduk, angka kelahiran kota A, keberhasilan KB.
  • Pengusaha : untuk kemajuan usahanya.

contoh ; Produktifitas menurun, mengembangkan daerah pemasaran.

  • Perguruan Tinggi : Mengamban Tri Dharma Perguruan Tinggi, Pengajaran,penelitian, pengabdian pada masyarakat.

Sebagai calon sarjana / propesional harus berlatih berfikir ilmiah yaitu bersifat skeptik, analitik, dan kritik. Sikap dan cara berfikir demikian dapat dikembangkan dengan penelitian yang merupakan kegiatan yang teratur, terencana dan sistematis

Berfikir :

  • Skeptik : selalu menanyakan bukti atau faktor terhadap setiap pernyataan. begitu keadaannya, apa buktinya.
  • Analitik : setiap masalah dianalisa, mana yang relevan, mana yang tidak relevan dan tidak utama.
  • Kritik : mengembangkan kemampuan, menimbang denagan obyektif, data dan analisanya logis.

MANFAAT MEMPELAJARI MEDOLOGI PENELITIAN.

  • megetahui arti pentingnya pnelitian ; sehingga keputusan-keputusan yang dibuat dalam kehidupan sehari-hari mungkin didasarkan atas hasil penelitian, baik di dalam memecahkan masalah persoalan ataupun mencari hal-hal baru.
  • Menilai hasil-hasil Riset : apakah suatu riset dapat dipertanggung jawabkan dan sampai seberapa jauh kebenarannya.
  • Dapat menyusun penulisan karya ilmiah :
  1. paper
  2. field study / studi lapangan
  3. thesis
  4. desertasi

Paper : tugas-tugas kuliah yang harus diselesaikan secara tertulis (5-15 halaman).

contoh : hasil pembahasan buku, tugas setiap mata kuliah

Field study : laporan akademik (30 - 50 halaman)

  • taruna belajar menghadapi persoalan konkrit di lapangan (prada/prala, membuat laporan)
  • dengan mengumpulkan data, menganalisa dan menyimpulkan.

skripsi : penulisan mahasiswa untuk persiapan mendapat gelar sarjana (Skripsi 30 - 50 halaman) dan gelar megister (thesis 150 - 200 halaman), dengan menggunakan cara-cara ilmiah yang tertentu.

desertasi : karangan ilmiah untuk mendapatkan gelar doktor, suatu gelar tertinggi suatu universitas - minimal 300 halaman.

TUJUAN PENELITIAN

  • Memecahkan persoalan/masalah dengan mengumpulkan, mencatat dan menganalisa fakta-fakta mengenai sifat dan ciri-ciri obyek yang diteliti dan menemukan, mengembangkan atau menguji kebenaran suatu ilmu pengetahuan.
  • Tujuan penelitian dirumuskan secara spesipik dan jelas masalah persoalan apa, di mana dan bagaimana terjadinya.

PENGGOLONGAN PENELITIAN

I. RISET MENURUT ALASAN :

  • Riset dasar (Basic Research):
  • Riset terpakai (appied)

Riset dasar adalah : Suatu riset yang mempunyai alasan intelektual bertujuan untuk mengembangkanilmupengetahuan dan tidak langsung mempunyai kegunaan praktis.

contoh : Riset tentang ruang angkasa, bulan, rumus-rumus matematika dan lain-lain.

Riset terpakai adalah : Suatu riset yang bertujuan dengan alasan praktis, dengan keinginan untukmengetahui dan tujuannya agar dapat melaksanakan sesuatu jauh lebih baik, efektif dan efisien

contoh : Riset kenapa banyak taruna tidak lulus ujian, kenapa taruna sering berkelahi dan lain-lain.

II. RISET MENURUT TEMPAT

  • Riset perpustakaan (library Research)
  • riset laboratorium(laboratory Research)
  • Riset lapangan (Field Research)

Riset perpustakaan dilakukan dengan jalan membaca buku-buku, majalah, dan sumber data/informasi lain di dalam perpustakaan.

Riset laboratorium dilakukan deangan menggunakan alat-alat tertentu di dalam laboratorium yang bersifat eksperimen.

contoh : Riset tentang Biologi, kimia dan lain-lain.

Riset lapangan dilakukan dengan jalan mendatangi tempat-tempat (obyek) yang akan diteliti(perusahaan, rumah-rumah dan tempat-tempat lain.

Pengumpulan data (informasi) dilakukan langsung dengan mendekatiresponden (yang akan diteliti) dengan melakukan interview (wawancara) dan pengamatan (observasi).

Responden dapat pimpinan perusahaan, petani, konsumen/produsen dan lain-lain. Riset bidang tekhnologi, sosial, ekonomi, budaya sosiologa, psikologi dll.

III. RISET MENURUT TEKHNIKNYA

  • Riset Survey (Survey Technique), tanpa merubah lingkungan dilakukan terhadap suatu keadaan.
  • Riset eksperimen, dengan merubah lingkungan untuk meneliti pengaruhnya.

IV. RISET MENURUT SIFAT PERMASALAHAN

  • penelitian historis
  • penelitian deskriptip
  • penelitian perkembangan
  • penelitian kasus
  • penelitian korelasi
  • penelitian kausal-komparatif
  • penelitian eksperimental

1. Penelitian Historis (historical research)

A.Tujuan :

untuk membuat rekonstruksi masa lampau secara sistimatis dan obyektif, dengan cara mengumpulkan, mengevaluasi, memverifikasikan serta mensistesakan bukti-buti untuk menegakkan fakta dan memperoleh kesimpulan yang kuat.

B. C0ntoh :

Studi mengenai praktek "bawon" di daerah pedesaan di Jawa Tengah, yang bermaksud memahami dasar-dasarnya di waktu yang lampau serta relevansinya untuyk waktu kini.

2. Penelitian Deskriptip

A. Tujuan :

untuk membuat penyandaraan secara sistimatis, faktual, dan akurat mengenai fakta-fakta dan sifat-sifat populasinya

B. Contoh :

studi mengenai kebutuhan tenaga kerja akademik pada suatu periode waktu tertentu.

3. Penelitian Perkembangan

A. Tujuan :

untuk menyelidiki pola dan pertumbuhan dan atu perubahan sebagai fungsi waktu dan atau perubahan.

B. Contoh :

studi-studi yang mengkaji sifat-sifat dan laju perubahan-perubahan pada sejumlah sampel yang terdiri darikelompok-kelompok umur mahasiswa yangmewakili taraf perkembangan yang berbed-beda secara cross-sectional.

4. Penilitian Kasus / Studi Kasus

A. Tujuan

untuk memplajari secara intensif tentang latar belakang keadaan sekarang, dan interaksi lingkungan suatu unit sosial: individu, kelompok, lembaga, atau masyarakat.

B. Contoh :

Studi secara mendalam mengenai seorang anak yang mengalami ketidak mampuan belajar yang dilakukan oleh seorang ahli psikolog.

5. Penelitian Kkorelasional (correlational researach)

A. Tujuan :

untuk menyelidiki sejauh mana variasi-variasi pada satu atau lebih faktor lain.

B. Contoh :

studi yang mengkaji saling hubungan antara nilai pada test masuk perguruan tinggi dengan indeks prestasi.

6. Penelitian Kausal-Komperatif.

A. Tujuan :

untukmenyelidiki kemungkinan hubungan sebab-akibat, atas pengamatan terhadap akibat yang ada mencari kembali faktor yang mungkin menjsdi penyebab melalui data tertentu.

B. Contoh :

mencari pola tingkah laku dan perstasi belajar yang berkaitan dengan perbedaan umur pada waktu masuk sekolah.

7. Penelitian Eksperimental.

A. Tujuan :

untuk meneliti kemungkinan saling hubungan sebab-akibat dengan cara mengenakan kepada satu atau lebih kelompok eksperimental satu atau lebih kondisi perlakuan dan memperbandingkan hasilnya dengan satu atau lebih kelompok kontrol yang tidak dikenal kondisi perlakuan.

B. Contoh :

penelitian untuk menyelidiki efek pogram pencegahan penyalahgunaan obat keras terhadap sikap responden, dengan menggunakan kelompok eksperimen (yang diperkenalkan dengan program itu), dan kelompok kontrol (yang tidak diperkenalkan dengan program itu).

LANGKAH DASAR DALAM PENELITIAN

Suatu penelitian selalu dimulai dengan pembuatan rancangan penelitian yang mencakup keseluruhan proses yang diperlukan dalam perencanaan ata disebut proposal penelitian, kemudian diteruskan dengan pelaksanaan penelitian dan diakhiri dengan laporan penelitian.

Langkah-langkah dasar tersebut antara lain sbb :

  • Identifikasi dan penentuan masalah.
  • Perumusan masalah dan penentuan ruang lingkup.
  • Penelahan studi kepustakaan/landasan teori.
  • Perumusan hepotesa/dugaan awal.
  • Penentuan strategi/pelaksanaan.
  • Penentuan sampel/sumber data
  • Pengumpulan data atau informasi
  • Mengolah data, menyajikan data, serta menganalisa data.
  • Penyusunan laporan penelitian.

1. Identifikasi dan Penentuan Masalah

  • Masalah setiap kesulitan yang menggerakkan manusia untuk dipecahkan
  • Masalah muncul jadi keadaan dimana terdapat ketidak sesuaian antara apa yang direncanakan dengan apa yang dilaksanakan, antara yang diharapkan dan dicapai.

Banyak terdapat masalah, tapi tidak semua masalah perlu diteliti, perlu dipertimbangkan mana yang perlu diteliti dengan :

Pertimbangan darimasalahnya (sudut obyektif).

- Sumbangan untuk pengembangan teori.

- Sumbangan untuk pemecahan masalah-masalah praktis.

Pertimbangan dari arah calon Peneliti (sudut subyektif).

- Biaya dan alat-alat perlengkapan yang tersedia.

- Waktu yang dapat digunakan

- Bekal kemampuan teoritis

- Penguasaan metode yang diperlukan.

2. Perumusan Masalah dan Penentuan Ruang Lingkup.

  • Untuk merumuskan masalah perlu ditekankan pentingnya peneliti mengetahui dengan jelas apa yang harus dipecahkan.
  • Penentuan ruang lingkup sangat pentingagar peneliti tidak banyak mencari data yang akan diteliti padahal tidak berguna (biayanya besar)
  • Batas ruang lingkup berdasarkan :

a) Maksud dan perhatian peneliti (terfokus)

b) Kemungkinan tersedianya data yang diperlukan

c) Pertimbangan waktu, tenaga dan dana.

MASALAH JUDUL PENELITIAN

Penelitian akan berjalan baik bila peneliti menghayati masalah, karena akan lebih menarik perhatian dan ingin mencari jawaban.

Hal ini dapat dilihat dari rumusan judul penelitian yang dibuat oleh peneliti

Faktor-faktor yang harus dipenuhi dalam memilih masalah maupun judul :

- Faktor Intern

1) Penelitian harus sesuai dengan keinginan peneliti

Ada minat, ada kemauan keras untuk memecahkan masalah yang timbul.

2) Penelitian dapat dilaksanakan ditinjau dari pertimbangan peneliti :

  • Penelitian mampu meneliti : artinya menguasai materi/teori yang melatar belakangi masalah dan menguasai metode pemecahannya (metode penelitian)
  • Peneliti mempunyai waktu cukup.
  • Peneliti mampu merencanakan, menyusun instrumen/alat pengumpul data dan menyusun laporan.
  • Peneliti mempunyai dana cukup

- Faktor Ekstern

1) Tersedia faktor pendukung antara lain :

  • Tersedia data, sehingga pertanyaan, pengamatan, pustaka dapat terjawab
  • Ada ijin dari yang berwenang, terkadang ada yang menarik untuk diteliti, tetapi dibatasi oleh peraturan-perarturan mungkin menyangkut masalah politik, keamanan, ketertiban umum dll.

2) Hasil penelitian bermanfaat/ada gunanya.

JENIS-JENIS PERMASALAH AN/PROBLEM

a) Problem untuk mengetahui status dan maendiskripsikan fenomena/gejala

penelitian diskriptip al : survey tentang prosedur suatu kegiatan

b) Problem untuk membandingkan dua fenomena atau lebih

penelitian komparasi : adakah perbedaan daya tangkap m.k Bahasa Inggris antara lulusan STM dengan lulusan SMU di AKPELNI Semarang